SUKABANTEN.com – Dalam usaha menaikkan penempatan tenaga kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang telah menggelar sebuah event penting, yakni Naker Fest 2025. Event ini memberikan peluang bagi para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan bagus di dalam maupun di luar negeri. Berdasarkan data yang dirilis, tercatat sebanyak 2.395 pelamar yang turut serta dalam acara job fair tersebut. Namun, hanya 830 pelamar yang berhasil mendapatkan penempatan kerja, sementara 1.565 lainnya belum berhasil mendapatkan pekerjaan. Ini menjadi bahan penilaian krusial buat meningkatkan efektifitas Naker Fest di tahun-tahun mendatang. Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardianti Utami, menyatakan, “Kami terus berkomitmen untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat, namun tentunya membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan penyedia lapangan pekerjaan.”
Kendala yang Dihadapi Pelamar Kerja
Salah satu tantangan yang dihadapi banyak pelamar adalah ketidakcocokan antara kualifikasi pelamar dengan kriteria yang diinginkan oleh perusahaan. Beberapa peserta datang dengan bekal pendidikan yang tidak sinkron dengan kebutuhan pasar kerja waktu ini. Selain itu, kurangnya pengalaman kerja menjadi salah satu dalih mengapa banyak pelamar yang tidak lolos seleksi. “Kami memahami bahwa pengalaman kerja adalah sesuatu yang sangat penting, namun kami juga berupaya untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi para pencari kerja agar mereka mampu lebih mudah diterima oleh internasional industri,” ujar Diana.
Tidak cuma itu, persaingan yang ketat di antara para pencari kerja juga menjadi unsur signifikan. Dalam sebuah job fair, satu lowongan mampu diperebutkan oleh puluhan bahkan ratusan pelamar. “Tentu eksis rasa kecewa di antara mereka yang belum berhasil mendapat pekerjaan, tetapi kami percaya setiap kegagalan adalah pembelajaran untuk mereka agar bisa memperbaiki diri,” tambahnya.
Strategi untuk Menaikkan Peluang Kerja
Menanggapi tantangan yang eksis, Disnakertrans Kabupaten Serang telah merancang beberapa strategi untuk meningkatkan peluang kerja di wilayah tersebut. Salah satunya adalah dengan memperkuat kemitraan dengan berbagai perusahaan lokal dan internasional, serta memperbanyak pelatihan keterampilan bagi para pencari kerja. Fokus primer adalah memenuhi kebutuhan industri yang berkembang ketika ini seperti teknologi informasi, engineering, dan layanan kesehatan.
“Kami juga merencanakan peningkatan akses informasi lowongan pekerjaan melalui platform teknologi, sehingga informasi dapat disebarkan lebih lekas dan luas,” ujar Diana. Usaha lain yang dilakukan adalah menaikkan jumlah pelatihan berbasis kompetensi yang bertujuan buat menaikkan keterampilan kerja pencari kerja.
Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan forum pendidikan dan pelatihan buat menyesuaikan kurikulum mereka agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang lanjut berkembang. “Kami berharap dengan adanya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga pendidikan, kita bisa mengurangi taraf pengangguran di Kabupaten Serang terutama di kalangan muda,” terang Diana.
Dalam proses evaluasi ini, Diana juga menekankan pentingnya feedback dari para peserta job fair untuk mengetahui area mana yang perlu dikembangkan lebih lanjut. “Kami membuka pintu bagi seluruh masukan, karena kami ingin setiap pelaksanaan Naker Fest berikutnya mampu lebih baik dan lebih berguna bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, diharapkan Naker Fest di masa depan dapat menjadi jembatan yang lebih kokoh antara pencari kerja dengan perusahaan, dan tentunya mengurangi jumlah pencari kerja yang tak mendapatkan pekerjaan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, masa depan ketenagakerjaan di Kabupaten Serang diharapkan semakin cerah.




