SUKABANTEN.com – Dalam usaha memastikan penyelenggaraan program Jalan Upaya Tani (JUT) di Provinsi Banten berjalan sesuai planning, DPRD Provinsi Banten menegaskan pentingnya supervisi yang ketat agar program ini tak saling tumpang tindih dengan inisiatif serupa yang digulirkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah desa. Komitmen ini disampaikan oleh personil Komisi II DPRD Banten, Tb Roy Fachroji Basuni, yang menilai pentingnya koordinasi lintas sektor dan antar strata pemerintahan buat menjamin efektivitas dan akuntabilitas program ini.
Pentingnya Koordinasi Efektif
Komisi II DPRD Banten mendesak Pemerintah Provinsi untuk benar-benar memastikan bahwa setiap program pembangunan, khususnya terkait Jalan Upaya Tani, dikelola dengan baik dan tak berbenturan dengan program lainnya. “Koordinasi lintas sektor dan pemerintahan menjadi kunci untuk menciptakan efektivitas dan akuntabilitas yang diharapkan,” ujar Tb Roy Fachroji Basuni. Menurutnya, tanpa adanya koordinasi yang efektif, program ini bisa mengalami hambatan dalam pelaksanaannya dan justru menjadi beban yang tidak diinginkan baik bagi pemerintah maupun masyarakat yang bergantung pada jalan usaha tani tersebut.
Roy juga menyoroti perlunya sinkronisasi data dan informasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa untuk memastikan bahwa program yang direncanakan sejalan dengan kebutuhan riil di lapangan. Dengan adanya sistem koordinasi yang bagus, Pemprov Banten dan DPRD dapat lebih lekas mengidentifikasi serta mengatasi masalah yang mungkin timbul selama proses penyelenggaraan program.
Konsentrasi pada Efektivitas dan Akuntabilitas
Lebih terus, DPRD Banten mendorong Pemprov untuk berkomitmen meningkatkan efektivitas dari setiap program yang dilaksanakan, termasuk dengan mengadopsi pendekatan transparan dan berfokus pada hasil. “Tugas kita adalah memastikan bahwa setiap dana yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan dengan kinerja di lapangan,” terus Tb Roy. Anggota dewan tersebut menegaskan bahwa pemantauan dan evaluasi berkala harus menjadi bagian dari setiap tahap penyelenggaraan proyek JUT untuk memastikan bahwa tujuan awal dari program tersebut dapat tercapai dengan optimal.
Sementara itu, keberadaan program Jalan Upaya Tani diharapkan bisa memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat tani di Banten – terutama dalam menaikkan aksesibilitas dan produktivitas pertanian. Dengan demikian, peningkatan kualitas infrastruktur pertanian menjadi porsi krusial dari strategi peningkatan ekonomi wilayah, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Program ini sejatinya telah lambat menjadi prioritas di sektor pertanian mengingat betapa pentingnya infrastruktur jalan yang memadai untuk mendukung distribusi hasil tani. Dengan demikian, suksesnya implementasi proyek JUT ini mampu menjadi tolok ukur keberhasilan Pemprov Banten dalam mengatasi tantangan pertanian di wilayah tersebut. Dengan penerapan strategi implementasi yang tepat, Pemprov Banten diharapkan bisa menjawab kebutuhan petani sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi wilayah secara berkelanjutan.
Seluruh pihak yang terlibat diharap buat bekerja secara sinergis dan saling mendukung agar penyelenggaraan program-program percontohan semacam ini mampu menjadi model yang bagus bagi wilayah lain. Keseluruhan proses ini hendaknya berorientasi pada peningkatan kualitas hayati petani serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Dengan demikian, koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa adalah kunci sukses pelaksanaan program Jalan Upaya Tani ini. Diharapkan dengan keterlibatan semua pihak, setiap cara penyelenggaraan proyek ini dapat berdampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten.



