SUKABANTEN.com – Dinas Lingkungan Hayati (DLH) Kabupaten Pandeglang menargetkan Penghasilan Asli Wilayah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp 3.449.289.000. Target ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, target PAD DLH telah ditetapkan sekitar Rp3,5 miliar dan berhasil terealisasi hingga mencapai Rp3,78 miliar atau 107,75 persen dari sasaran yang ditetapkan. Sekretaris DLH Pandeglang, Ayah Winarno, yang telah memberikan pedoman dan keterangannya, mengatakan bahwa penurunan target PAD pada tahun 2026 ini sudah melalui berbagai pertimbangan, termasuk dinamika ekonomi yang mempengaruhi kemampuan dan sumber daya yang eksis di daerah tersebut.
Penetapan Sasaran dan Tantangan di Tahun 2026
Menurut Ayah Winarno, eksis beberapa faktor yang menjadi alasan di balik penurunan sasaran PAD tahun 2026. Salah satunya adalah perubahan kondisi ekonomi yang diperkirakan akan lebih menantang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tak sesignifikan di masa lampau mempengaruhi estimasi pendapatan DLH. “Kami harus realistis dalam menetapkan sasaran, meskipun harapannya selalu untuk lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Winarno.
Selain itu, target yang diturunkan juga memperhatikan kapasitas serta sumber daya yang dimiliki ketika ini. DLH Pandeglang menilai bahwa krusial untuk fokus pada peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan sebelum menargetkan pertumbuhan penghasilan lebih terus. Program-program peningkatan kualitas lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan usaha peningkatan pendapatan di masa mendatang. Sebagai bagian dari pembaruan strategi, DLH merencanakan untuk memaksimalkan potensi pendapatan dari sektor-sektor lain yang belum dijelajahi sepenuhnya atau belum dioptimalkan.
Strategi DLH dalam Menghadapi Kendala Ekonomi
Bapak Winarno juga menjelaskan bahwa salah satu strategi buat menghadapi kendala ekonomi ini adalah dengan menitikberatkan pada efisiensi operasional dan peningkatan pelayanan. DLH Pandeglang berkomitmen buat lanjut meningkatkan efisiensi dalam penggunaan anggaran serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Fokus pada teknologi informasi buat mendukung transparansi dan akuntabilitas juga menjadi salah satu prioritas.
Di samping itu, DLH akan mengadakan berbagai pelatihan dan workshop buat meningkatkan kapasitas sumber energi orang. Tujuan dari langkah ini agar setiap individu yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan hidup memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai buat mendukung pencapaian target PAD yang telah ditetapkan. “Kami yakin, dengan sumber energi orang yang terampil dan berdedikasi, kami mampu mencapai sasaran sekaligus melestarikan lingkungan,” tambah Winarno.
Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, DLH optimis bahwa mereka dapat lanjut berkontribusi secara positif bagi perekonomian Kabupaten Pandeglang, sambil memastikan kelestarian lingkungan masih terjaga. Pengelolaan lingkungan hayati yang profesional dan berkelanjutan juga diharapkan dapat menarik investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pandeglang secara keseluruhan.



