SUKABANTEN.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menaikkan upaya deteksi dini terhadap kanker serviks di kalangan perempuan melalui program Gerakan Serentak (GERTAK) pemeriksaan Kanker Leher Rahim. Program ini menggunakan metode HPV DNA yang dianggap sangat efektif dalam mendeteksi kemungkinan adanya infeksi virus HPV, penyebab primer kanker serviks. Cara ini juga merupakan implementasi dari dukungan daerah terhadap Planning Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim yang ditargetkan tercapai pada tahun 2030. Pengadaan GERTAK dilaksanakan mulai lepas 8 hingga 22 November 2025 dan diharapkan dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Deteksi Dini dengan Metode HPV DNA
Metode HPV DNA dianggap sebagai salah satu cara yang paling efisien dalam mendeteksi keberadaan virus HPV pada tahap awal. Dengan demikian, wanita bisa segera mendapatkan penanganan medis yang diperlukan sebelum infeksi tersebut berkembang menjadi kanker. Menyadari pentingnya hal ini, Dinkes Kota Tangsel melibatkan berbagai fasilitas kesehatan buat melaksanakan program tersebut secara terpadu dan merata, agar seluruh wanita memiliki akses yang sama untuk memanfaatkan peluang ini.
Salah satu pejabat Dinkes mengatakan, “Kami berharap bahwa melalui program ini, kesadaran akan pentingnya deteksi dini bisa semakin meningkat di kalangan masyarakat, sehingga angka kejadian kanker serviks mampu menurun secara signifikan. Deteksi dini adalah kunci utama dalam memerangi kanker serviks.”
Dukungan Terhadap Rencana Nasional
Program GERTAK juga sejalan dengan Planning Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim yang diharapkan dapat mencapai tujuannya pada tahun 2030. Planning ini melibatkan berbagai strategi, mulai dari kampanye edukasi buat meningkatkan pencerahan masyarakat, hingga peningkatan akses pelayanan kesehatan untuk deteksi dan penanganan dini kanker serviks.
Dalam mewujudkan hal ini, Dinkes Kota Tangsel tak hanya mengandalkan pemeriksaan semata, tetapi juga menggencarkan kampanye edukasi agar masyarakat lebih tahu mengenai risiko dan pencegahan kanker serviks. Penyuluhan dan sosialisasi dilakukan secara masif melalui berbagai media dan langsung ke masyarakat untuk memastikan pesan terdiseminasi dengan baik.
Sebagai tambahan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari usaha peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Tangsel, yang bertujuan buat memberikan jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh penduduknya. Dengan memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya kanker serviks dan bagaimana mencegahnya, diharapkan perempuan dapat lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan diri mereka.
Melalui gerakan ini, Dinkes Kota Tangsel berkomitmen buat terus mendukung berbagai program kesehatan yang diinisiasi pemerintah pusat demi tercapainya hasil yang maksimal; tidak hanya dalam hal nomor deteksi dan pencegahan penyakit, namun juga dalam meningkatkan kualitas hayati masyarakat secara keseluruhan. Asa besarnya, program semacam ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengikuti jejak cara dalam memerangi penyakit berbahaya seperti kanker serviks. Dengan kerjasama dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, eliminasi kanker serviks sebelum 2030 bukanlah sesuatu yang mustahil buat dicapai.



