SUKABANTEN.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menginisiasi sembilan resolusi pendidikan yang dijadwalkan untuk tahun 2026. Cara ini diambil sebagai upaya untuk mendorong perubahan nyata dalam lingkungan sekolah. Resolusi ini mencakup berbagai aspek krusial yang diharapkan dapat memberikan akibat positif pada internasional pendidikan. Mulai dari peningkatan kebersihan di lingkungan sekolah, penguatan literasi, hingga pembentukan karakter yang tangguh bagi para peserta didik. Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menekankan bahwa resolusi pendidikan ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan dalam pelayanan pendidikan yang dihadapi waktu ini.
Peningkatan Kebersihan Bersama
Salah satu konsentrasi primer dari resolusi tersebut adalah peningkatan kebersihan lingkungan sekolah. Kebersihan menjadi tanggung jawab berbarengan, bagus dari pihak sekolah maupun peserta didik. Dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, diharapkan dapat tercipta suasana belajar yang kondusif. Ahmad Nuri menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen sekolah dalam menjaga kebersihan. “Kita ingin memastikan bahwa sekolah menjadi tempat yang menyenangkan dan sehat bagi semua manusia,” ujarnya.
Program kebersihan ini juga diharapkan dapat menjadi wahana edukasi bagi siswa. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan kebersihan, mereka tak hanya belajar tentang pentingnya kebersihan, tetapi juga mengembangkan rasa tanggung jawab dan cinta terhadap lingkungan. Lingkungan yang suci tak cuma meningkatkan kenyamanan fisik, namun juga mempengaruhi psikologi siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar.
Penguatan Literasi dan Watak Peserta Didik
Selain kebersihan, resolusi pendidikan tahun 2026 juga menitikberatkan pada penguatan literasi. Literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Dindikbud Kota Serang berencana buat meningkatkan kapasitas literasi dengan berbagai cara, seperti peningkatan kualitas perpustakaan, pelatihan keterampilan membaca, hingga pelaksanaan kegiatan literasi reguler yang menarik bagi siswa.
Sejalan dengan literasi, pembentukan karakter menjadi agenda krusial lainnya. Pembentukan karakter peserta didik diarahkan agar siswa tak cuma unggul dalam bidang akademis, namun juga mempunyai sikap yang baik dan berbudi pekerti luhur. Ahmad Nuri menjelaskan, “Pendidikan watak harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas di sekolah, sehingga tercipta generasi yang tak cuma pintar, namun juga beretika dan berbudi pekerti.”
Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan nilai-nilai seperti kerjasama, disiplin, dan kepemimpinan. Setiap kegiatan dirancang agar siswa dapat mengembangkan potensi diri serta moralitas yang bagus dalam berinteraksi dengan sesama.
Dengan sembilan resolusi yang dipersiapkan, Dindikbud Kota Serang berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan. Kehadiran resolusi ini menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan. Melalui sinergi dan kerjasama antara pihak sekolah, guru, siswa, dan orang tua, perubahan positif diharapkan dapat diwujudkan. Resolusi ini bukan cuma sekadar planning, tetapi merupakan pijakan untuk langkah nyata menuju pendidikan yang lebih bagus di kota Serang dan sekitarnya.




