SUKABANTEN.com – Eksistensi bangunan eks Kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Pandeglang yang berada di Jalan Raya Labuan–Cipacung, Kecamatan Majasari, kini menjadi pusat perhatian penduduk. Konstruksi yang dulunya aktif memfasilitasi berbagai kegiatan pemerintahan kini dibiarkan terbengkalai hingga menimbulkan pandangan miris di kalangan masyarakat sekeliling. Seiring berjalannya waktu, kondisi gedung ini semakin mengalami kemunduran dan sebagian warga bahkan menyamakannya dengan ‘sarang hantu’. Mengacu pada pantauan yang dilakukan oleh pihak Radarbanten.co.id, terlihat jelas bahwa konstruksi ini telah mengalami kerusakan yang signifikan. Mulai dari atap yang banyak bocor, dinding yang mengelupas, hingga halaman yang dipenuhi dengan semak belukar dan sampah berserakan.
Kondisi Memprihatinkan dan Reaksi Masyarakat
Kondisi memprihatinkan bangunan ini tidak cuma menimbulkan kesedihan estetika terhadap lingkungan sekitarnya, namun juga mengundang reaksi dari masyarakat yang mengharapkan adanya tindakan konkret dari pihak berwenang. Warga sekeliling berharap konstruksi ini dapat difungsikan kembali atau setidaknya dirapikan agar tak memberikan kesan menyeramkan. Seorang penduduk setempat menyebutkan, “Seharusnya eksis tindakan untuk memperbaiki atau memanfaatkan kembali bangunan ini. Jangan tiba terbengkalai lanjut.”
Ketidakmampuan dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas negara dengan baik sering kali menjadi sorotan kritik dari masyarakat. Dalam konteks bangunan eks Kantor Distamben ini, peran serta pihak berwenang dalam menentukan cara perbaikan atau penggunaan kembali sangatlah diperlukan. Rencana revitalisasi sudahlah seharusnya dipikirkan dengan makna untuk mengembalikan fungsi atau setidaknya mengurangi beban visual negatif yang ditimbulkan oleh keadaan gedung tersebut sekarang ini.
Cara Revitalisasi dan Masa Depan Gedung
Proses revitalisasi tak mampu dilakukan secara instan. Memerlukan perencanaan masak yang melibatkan berbagai pihak terkait agar hasilnya optimal. Idealnya, bangunan ini tidak hanya diperbaiki dari segi fisik tetapi juga dialokasikan fungsinya menjadi hal yang lebih berguna bagi masyarakat, seperti pendidikan, ekonomi kreatif, atau pusat aktivitas penduduk. Pihak berwenang dapat mulai dengan penghapusan semak belukar dan sampah, serta memperbaiki elemen-elemen bangunan yang kritis.
“Memanfaatkan konstruksi ini buat kegiatan yang positif dapat memberikan akibat panjang bagi masyarakat Pandeglang, tidak hanya dari segi ekonomi tetapi juga sosial,” kata seorang aktivis setempat yang tak mau disebutkan namanya. Perencanaan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan berbarengan agar keberadaan bangunan ini benar-benar membawa dampak positif di masa depan.
Dengan cara yang tepat dan dukungan masyarakat serta pemerintah, gedung yang kini dibiarkan terbengkalai dapat dipulihkan kapabilitasnya. Kebangkitan fungsi konstruksi ini dapat menjadi simbol dari perubahan dan asa baru bagi masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Harapannya, dengan revitalisasi, keindahan serta keamanan lingkungan sekitar dapat terealisasi, dan mimpi akan sarang hantu beralih menjadi tempat yang penuh manfaat bagi semua.



