SUKABANTEN.com –
Bupati Tangerang Marah, ASN dan Satpol PP Disemprot
Pada Senin pagi, 30 Maret 2026, suasana berbeda terlihat di Lapangan Maulana Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menyampaikan kemarahannya kepada para aparatur sipil negara (ASN) dan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang hadir buat mengikuti apel pagi. Insiden ini terjadi saat Bupati mendapati bahwa banyak ASN dan petugas Satpol PP tampak bersantai dan berleha-leha di tepi lapangan, bukannya segera mempersiapkan diri buat acara legal tersebut.
Kemarahan Bupati Maesyal Rasyid tak lepas dari observasinya yang mendapati para ASN dan anggota Satpol PP tak mempedulikan saat yang telah ditetapkan buat apel. Sebagai pemimpin daerah, Bupati merasa bertanggung jawab untuk memastikan budaya disiplin selalu ditegakkan, terutama di kalangan para pegawai pemerintahan yang semestinya menjadi teladan bagi masyarakat luas. “Kedisiplinan adalah fondasi primer dari kinerja yang baik. Tidak ada toleransi bagi mereka yang mengabaikannya,” ungkap Bupati dengan tegas dalam arahannya.
Disiplin Kerja, Prioritas Utama Bupati Tangerang
Protes keras dari Bupati Tangerang ini menyoroti permasalahan disiplin yang kerap menghantui birokrasi di berbagai wilayah. Tidak cuma di Kabupaten Tangerang, kejadian serupa ditemukan di banyak loka di mana ASN dianggap kurang memperhatikan etos kerja dan kedisiplinan. Dengan menunjukkan ketegasan, Bupati mau menanamkan bahwa kedisiplinan bukan sekadar formalitas, melainkan elemen esensial dalam pelayanan publik yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Tindakan tegas Bupati Maesyal Rasyid membawa pesan yang jelas: setiap ASN dan anggota Satpol PP harus menempatkan tugas dan tanggung jawab di atas segalanya. “Mengabaikan tugas adalah mengkhianati kepercayaan publik,” tambah Bupati dengan nada menekankan. Buat itu, beliau mendorong setiap ASN dan petugas Satpol PP agar lebih menghargai waktu dan mencurahkan dedikasinya dalam menjalankan tugas sehari-hari demi kemajuan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Tangerang. Hal ini diharapkan dapat menjadi pelajaran dan motivasi bagi semua pihak untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Konflik internal seperti ini menjadi pembelajaran yang penting bagi banyak pihak dalam pemerintahan. Dengan memperbaiki disiplin di taraf ASN dan petugas lapangan, Bupati Maesyal Rasyid berharap dapat memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat serta mendorong kinerja pemerintahan ke arah yang lebih bagus dan profesional. Di akhir sesi, Bupati menekankan pentingnya evaluasi rutin dan penegakan aturan sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.


