SUKABANTEN.com – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, memberikan imbauan penting kepada penduduk Kabupaten Serang menjelang malam pergantian tahun. Dalam kunjungan yang dilakukannya ke Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kecamatan Cikande, Selasa (30/12/2025), Bupati Ratu Zakiyah menyampaikan agar masyarakat mendukung suasana yang lebih tenang dan aman dengan tidak menyalakan kembang api. Imbauan ini diharapkan dapat meminimalkan potensi risiko dan gangguan yang mampu terjadi selama perayaan malam tahun baru.
Alasan Imbauan untuk Tak Menyalakan Kembang Api
Embargo menyalakan kembang api bukan tanpa alasan. Bupati Ratu Zakiyah menegaskan bahwa penggunaan kembang api sering kali menimbulkan berbagai akibat negatif yang merugikan banyak pihak. Kebisingan yang dihasilkan dari ledakan kembang api dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekeliling dan mengancam keselamatan, terutama anak-anak dan lansia. “Keamanan dan kenyamanan penduduk adalah prioritas primer,” ujar Bupati Ratu Zakiyah.
Selain itu, potensi terjadinya kebakaran akibat ledakan kembang api menjadi perhatian serius. Dalam kondisi cuaca yang tak menentu, percikan api dari kembang api dapat memicu kebakaran di pemukiman penduduk, yang tentunya dapat menimbulkan kerugian material dan korban jiwa. Bupati mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama. “Kita harus mampu merayakan dengan damai tanpa membahayakan manusia lain,” tambahnya.
Alternatif Seremoni Tahun Baru yang Lebih Kondusif
Untuk menggantikan norma menyalakan kembang api, Bupati Ratu Zakiyah mengajak masyarakat untuk mencari alternatif perayaan yang lebih aman dan berguna. Salah satu saran yang dikemukakan adalah mengadakan kegiatan doa berbarengan atau acara komunitas yang bersifat sosial. Dengan berkumpul dalam suasana yang lebih khidmat, momen pergantian tahun bisa diisi dengan refleksi diri dan perencanaan yang lebih matang untuk tahun yang akan datang.
Bupati juga mendorong warga untuk lebih acuh terhadap lingkungan sekeliling. Mengurangi penggunaan bunga api tidak hanya mengurangi kebisingan namun juga berkontribusi pada penurunan polusi udara. “Merayakan tahun baru mampu jadi momentum kita buat lebih acuh terhadap lingkungan,” jelasnya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat mengadopsi norma baru yang lebih ramah lingkungan.
Bupati Ratu Zakiyah mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan petugas terkait untuk memastikan perayaan tahun baru berjalan dengan kondusif dan tertib. Dengan antusiasme yang besar, perubahan kecil dalam cara merayakan pergantian tahun ini bisa membawa manfaat akbar bagi semua pihak yang terlibat.




