SUKABANTEN.com – Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, baru-baru ini meresmikan sebuah Greenhouse dan sekaligus melaksanakan panen perdana budidaya melon di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa. Acara ini merupakan porsi dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat. Peresmian ini berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2025. Kehadiran Greenhouse ini sendiri adalah salah satu usaha dalam memanfaatkan lahan negara yang ketika ini dikelola oleh Pemerintah Desa, dengan asa dapat menaikkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pemanfaatan Lahan Negara buat Eduwisata Agribisnis
Langkah yang diambil oleh Pemerintah Desa Sodong ini adalah contoh konkret pemanfaatan lahan negara yang bertujuan untuk tujuan produktif. Dengan adanya fasilitas Greenhouse, masyarakat desa diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian mereka, khususnya dalam hal budidaya melon. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pusat eduwisata agribisnis, di mana masyarakat dapat belajar tentang praktik pertanian modern sekaligus menikmati hasil jerih payah dari pertanian tersebut.
“Bupati Maesyal mengapresiasi atas pemanfaatan lahan negara yang dikelola oleh Pemerintah Desa,” tertulis dalam salah satu publikasi formal. Komitmen Pemerintah Desa buat mengembangkan proyek pertanian berkelanjutan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam hal kemandirian dan peningkatan ekonomi lokal. Selain itu, kolaborasi dengan PT. PLN (Persero) menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan besar dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan wilayah melalui program-program CSR mereka.
Akibat Positif Terhadap Masyarakat Sekitar
Proyek ini tak hanya untuk menambah hasil panen melon semata, tetapi lebih dari itu, yakni berdampak langsung pada tingkat hayati masyarakat setempat. Dengan dibangunnya Greenhouse ini, diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru serta menggerakkan roda perekonomian di Kecamatan Tigaraksa. Secara spesifik, harapan ini diarahkan buat memberikan manfaat bagi petani kecil dengan memberikan mereka akses ke teknologi pertanian yang lebih maju dan efisien.
Selain itu, potensi eduwisata agribisnis ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan lokal maupun dunia, yang selanjutnya dapat menaikkan pemasukan bagi desa. Wisatawan yang berkunjung nantinya dapat memandang langsung proses budidaya melon dari awal hingga masa panen. Hal ini tidak hanya akan memberikan wawasan baru bagi pengunjung tentang pertanian modern namun juga akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Sodong.
Dengan seluruh upaya yang dilakukan, Desa Sodong tidak hanya memfokuskan diri pada peningkatan hasil pertanian saja, namun juga mengintegrasikan faktor wisata yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, proyek ini diharapkan menjadi misalnya sukses bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan sektor swasta dapat menciptakan penemuan di bidang agribisnis dan memperkuat perekonomian desa secara keseluruhan.



