SUKABANTEN.com – Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, baru-baru ini meninjau langsung lokasi putusnya Jembatan Sarewu yang terletak di Desa Citaman, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Jembatan ini putus dampak derasnya arus banjir yang melanda wilayah tersebut. Kejadian nahas ini terjadi pada masa kepemimpinan sebelumnya, yaitu di bawah Bupati Irna Narulita dan Wakil Bupati Tanto Warsono Arban, tepatnya pada hari Selasa, 3 Desember 2024 pukul 14.30 WIB. Putusnya jembatan ini memberikan dampak signifikan terhadap akses mobilitas penduduk setempat, sebab jembatan tersebut merupakan salah satu jalur krusial yang menghubungkan antar kampung di wilayah itu. Kondisi ini tentunya memerlukan perhatian serius agar masyarakat tak terisolasi dan kegiatan sehari-hari dapat kembali biasa.
Usulan Pembangunan Jembatan Bailey
Dalam inspeksinya, Bupati Dewi meletakkan perhatian akbar terhadap percepatan penanggulangan bencana infrastruktur ini. Beliau mengusulkan pemasangan jembatan Bailey sebagai solusi fana sambil menunggu pembangunan kembali jembatan permanen. “Jembatan Bailey adalah solusi lekas agar masyarakat dapat segera melanjutkan aktivitas mereka tanpa terhalang putusnya jembatan,” ujar Dewi. Tujuan primer pemasangan jembatan Bailey ini adalah buat sementara memulihkan akses transportasi dan mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat sekeliling akibat terputusnya jalur tersebut. Pemerintah Kabupaten Pandeglang berupaya untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat pakai mendapatkan dukungan teknis dan finansial agar pembangunan jembatan pengganti dapat segera direalisasikan.
Sebuah tim juga telah disiapkan buat melakukan kajian lebih lanjut mengenai metode pembangunan jembatan ini, yang akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan hidrologi daerah tersebut. Pemasangan jembatan Bailey diharapkan bisa dilakukan dalam saat dekat agar aksesibilitas penduduk kembali normal. “Kami sangat berharap pemugaran ini mampu segera dilaksanakan, karena sangat berdampak pada aktivitas sehari-hari warga,” ungkap salah satu penduduk yang ditemui di letak. Tentunya, asa ini harmoni dengan komitmen pemerintah wilayah dalam menaikkan kesejahteraan dan kemajuan di daerah Pandeglang.
Dampak Sosial dan Ekonomi Masyarakat
Putusnya Jembatan Sarewu tak cuma mempengaruhi mobilitas warga, namun juga berdampak pada perekonomian lokal. Bagi masyarakat yang mayoritas bergerak dalam sektor pertanian dan perdagangan, akses jalan yang terhambat ini membikin banyak aktivitas ekonomi menjadi terganggu. Beberapa pedagang dan petani mengeluhkan terlambatnya distribusi hasil tani ke pasar, yang lalu mempengaruhi pendapatan mereka. Apalagi, jalur yang terputus ini merupakan akses primer untuk membawa barang-barang kebutuhan pokok dan hasil bumi dari desa-desa di sekeliling Citaman ke pasar di pusat Kecamatan Jiput.
Selain dari sektor ekonomi, putusnya jembatan juga berdampak pada akses pendidikan di mana anak-anak yang harus menyeberangi jembatan tersebut buat menuju sekolah kini harus menempuh jalan yang lebih jauh dan tak mudah. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, yang berkomitmen untuk secepat mungkin mengatasi permasalahan ini agar anak-anak dapat kembali bersekolah dengan kondusif dan fasih.
Dalam ketika dekat, pemerintah Kabupaten Pandeglang berencana mengadakan pertemuan dengan warga setempat buat mendengar langsung aspirasi dan keluhan mereka mengenai kondisi saat ini. Bupati Dewi menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur agar solusi yang diambil sinkron dengan kebutuhan dan kondisi lokal. Pihaknya berharap seluruh pihak dapat bersinergi buat mempercepat pemulihan akses yang sangat vital ini bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Pandeglang.



