SUKABANTEN.com – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Pendekatan inovatif dan terpadu sangat diperlukan buat mencegah penyebaran penyakit ini. Salah satu upaya signifikan yang dilakukan adalah sosialisasi dan workshop yang konsentrasi pada pembuatan spray anti nyamuk dari bahan alami seperti serai. Usaha ini tidak cuma mendukung kesehatan masyarakat, namun juga sejalan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDG) 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan.
Usaha Mahasiswa dalam Mendukung SDG 3
Pendekatan yang diambil mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) serta Universitas Airlangga (UNAIR) dalam mencegah penyebaran DBD patut diapresiasi. Melalui kegiatan sosialisasi dan workshop, para mahasiswa ini berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan DBD. Kegiatan ini tidak hanya menyasar peningkatan pengetahuan bagi orang dewasa, tetapi juga melibatkan ibu-ibu PKK. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pengenalan dan pembuatan spray anti nyamuk berbahan lantai serai, yang populer mempunyai sifat alami sebagai pengusir nyamuk. Dalam salah satu workshop yang digelar, seorang mahasiswa berujar, “Kami mau membantu masyarakat buat lebih sadar akan ancaman DBD dan bagaimana mereka bisa melindungi diri sendiri dengan langkah yang sederhana dan efisien.”
Dengan adanya inisiasi ini, mahasiswa berupaya untuk berkontribusi langsung dalam pencapaian SDG 3, yang bertujuan buat memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi seluruh orang di segala usia. Penyebarluasan pengetahuan tentang metode pencegahan DBD juga diharapkan dapat meminimalkan risiko penyebaran penyakit dan mengurangi beban kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah rawan DBD.
Pemanfaatan Serai sebagai Alternatif Pencegahan DBD
Penggunaan serai sebagai bahan alami pengusir nyamuk menambah nilai penting dalam misi pencegahan DBD. Selain bersifat mudah didapat dan ekonomis, serai juga menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan produk kimia. Mahasiswa yang tergabung dalam program ini memanfaatkan serai lokal untuk menciptakan produk spray yang dapat diproduksi secara mandiri oleh masyarakat. Cara ini tak cuma menambah kesadaran akan pemanfaatan flora lokal, namun juga menambah nilai ekonomi bagi desa-desa yang memproduksinya. Dalam penjelasannya, salah satu personil tim mengatakan, “Pemanfaatan seraai lokal tak hanya membantu dalam hal kesehatan, namun juga mampu menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.”
Disamping pembuatan spray, mahasiswa juga aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di posyandu-posyandu, mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekeliling sebagai cara pencegahan utama. Kegiatan seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang bisa menjadi tempat penampungan air hujan, yang sering menjadi loka berkembang biaknya nyamuk, turut ditekankan dalam sosialisasi ini.
Kegiatan-kegiatan seperti yang dilakukan oleh mahasiswa UNNES dan UNAIR memperlihatkan bagaimana partisipasi aktif elemen masyarakat khususnya kaum muda bisa memberikan kontribusi besar dalam masalah kesehatan publik. Dengan terus berfokus pada penemuan dan edukasi, harapan untuk mengurangi angka kasus DBD di masa depan semakin terbuka lebar. Pendekatan holistik ini tentunya juga memperkuat solidaritas komunitas dalam menghadapi tantangan kesehatan bersama.




