SUKABANTEN.com – Mengoptimalkan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Banten berinisiatif memanfaatkan lahan yang selama ini tidak digunakan, yang dikenal sebagai lahan tidur, dengan membuka 50 hektar di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Tujuan primer dari pengembangan tersebut adalah buat penanaman jagung, yang diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan nasional tetapi juga mendukung kesejahteraan para petani di kawasan Banten. Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, mengungkapkan inisiatif ini setelah mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam acara gladi bersih penanaman di letak proyek.
Program ini adalah porsi dari strategi jangka panjang untuk memastikan bahwa lahan yang selama ini belum dikelola secara optimal bisa memberikan manfaat ekonomi dan sosial. Dengan adanya program ini, harapannya para petani mampu mendapat manfaat langsung berupa peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja baru. Selain itu, adanya fokus pada penanaman jagung juga dinilai sebagai cara nyata dalam menjaga stabilitas pasokan makanan pokok dan mengurangi ketergantungan pada impor. “Pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan pertanian yang menguntungkan, adalah cara akbar buat masyarakat Banten,” kata Deden Apriandhi.
Dukungan dari Pihak Kepolisian
Program penanaman jagung ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak kepolisian, yang turut hadir dalam acara seremonial ini. Salut kepada kerja sama pemerintah provinsi dan pihak keamanan yang sama-sama mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, “Kami berkomitmen buat lanjut berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya-upaya yang mendukung kesejahteraan rakyat dan ketahanan negara, apalagi di sektor pertanian yang sangat vital ini.”
Kolaborasi lintas sektor seperti ini dinilai penting buat mencapai keberhasilan program penanaman skala akbar. Diharapkan, dukungan dari berbagai pihak dapat memastikan bahwa program ini berjalan fasih dan mencapai target yang telah ditetapkan. Fana itu, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo juga menambahkan bahwa partisipasi aparat kepolisian dalam program ini membantu menjaga ketertiban dan keamanan selama masa pengembangan lahan tidur tersebut. Keberadaan aparat di lapangan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa setiap proyek dijalankan secara aman dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, Pemprov Banten menunjukkan komitmennya terhadap program pengembangan pertanian yang tak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek namun juga berkelanjutan. Program ini bisa menjadi misalnya bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada tanpa harus membuka lahan baru, melainkan memaksimalkan potensi yang sudah eksis. Usaha ini pun diharapkan dapat ditiru oleh daerah lain dalam rangka penguatan perekonomian nasional melalui sektor pertanian.



