SUKABANTEN.com – Sebanyak enam ton makanan ringan emping melinjo berhasil diekspor oleh Provinsi Banten ke Arab Saudi. Produk unggulan ini merupakan hasil olahan Upaya Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diproduksi oleh CV Naufan Putra. Acara pelepasan ekspor produk lokal ini dilakukan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, di UPTD Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten, Kota Serang, pada Kamis, 7 Agustus 2025. Cara ekspor ini menjadi salah satu tonggak penting bagi peningkatan perekonomian dan pengenalan produk lokal Banten di kancah dunia.
Prestasi UMKM Banten di Kancah Internasional
Keberhasilan ekspor emping melinjo ke Arab Saudi ini memperlihatkan prestasi yang tidak biasa bagi UMKM di Banten. CV Naufan Putra, selaku produsen emping tersebut, telah menunjukkan kualitas produk lokal yang dapat diterima di pasar internasional. Andra Soni, Gubernur Banten, dalam sambutannya menyatakan, “Ini adalah bukti konkret bahwa produk lokal kita mempunyai kualitas yang kompetitif di pasar mendunia.” Penghargaan juga diberikan kepada semua pihak yang terlibat dalam proses produksi dan pengujian kualitas yang dilakukan oleh UPTD Pengujian Sertifikasi Mutu Barang.
UMKM memainkan peran krusial dalam perekonomian wilayah. Ekspor ini tidak cuma menguntungkan secara finansial namun juga membantu memperkenalkan Banten di mata internasional, terutama dalam hal kekayaan kuliner. Emping melinjo, yang merupakan makanan tradisional Indonesia, kini dapat dinikmati oleh masyarakat Arab Saudi yang berarti terbukanya pasar baru buat produk-produk dari Banten. Langkah ini merupakan porsi dari usaha strategis pemerintah daerah buat memperkuat keberadaan produk lokal di level global.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan UMKM
Dukungan dari pemerintah daerah untuk mempromosikan produk lokal jernih terlihat melalui usaha fasilitasi ekspor ini. Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong UMKM buat meningkatkan standar produksi dan kualitas produk mereka agar dapat bersaing di pasar global. Dengan adanya fasilitas pengujian sertifikasi mutu barang di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, para pengusaha lokal dapat memastikan bahwa produk mereka memenuhi standar kualitas yang diharapkan di pasar internasional.
Pengembangan UMKM lokal tidak hanya berhenti pada ekspor emping melinjo, tetapi juga mencakup pelatihan-pelatihan bagi para pengusaha lokal untuk menaikkan kemampuan mereka dalam bidang manajemen, produksi, hingga pemasaran. Dengan kebijakan dan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan lebih banyak produk Banten yang dapat dikenal dan diakui di dunia internasional.
Dengan langkah seperti ini, Banten tidak cuma membangun citra positif di mata dunia, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga akan kekayaan lokal yang dimiliki. Harapannya, prestasi ini akan semakin memotivasi UMKM lain di Banten buat lanjut berinovasi dan mengembangkan produk yang berkualitas, sehingga dapat berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian wilayah.



