SUKABANTEN.com – Bencana banjir yang melanda Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, dampak luapan Sungai Cilemer akhirnya surut pada Minggu (25/1/2026). Banjir yang telah mengepung desa buat ketujuh kalinya ini membikin masyarakat setempat lega karena mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu agenda yang menarik perhatian penduduk adalah digelarnya acara pernikahan yang sempat tertunda efek genangan air. Kepala Desa Idaman, Ilman, menyatakan bahwa air telah sepenuhnya surut dan ini memberikan peluang kepada masyarakat buat memulai kembali kehidupan normal mereka.
Acara Pernikahan Pasca Banjir
Setelah air surut, penduduk Desa Idaman tidak menyia-nyiakan peluang untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang sempat tertunda, termasuk acara pernikahan. “Kami bahagia banjir telah surut dan desa kami mampu kembali seperti semula. Banyak kegiatan yang harus kami lanjutkan, termasuk pernikahan yang sudah lama direncanakan,” ungkap seorang warga. Acara pernikahan ini dihadiri oleh Kepala Desa Ilman yang juga ikut memberi semangat kepada warganya buat terus optimis. Kehadiran Kepala Desa tidak hanya memberikan dukungan moral namun juga menjadi simbol dari mulai pulihnya kondisi desa pasca bencana alam.
Pulihnya Aktivitas Ekonomi dan Sosial
Banjir yang terjadi telah mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari warga Desa Idaman, khususnya pada sektor ekonomi dan sosial. Banyak warga yang terpaksa menghentikan bisnis mereka sementara waktu karena akses yang terputus dan kerusakan pada properti. Tetapi, dengan kondisi yang lebih baik setelah banjir surut, aktivitas ekonomi warga perlahan mulai bangkit. Pasar desa yang sempat sepi kini kembali ramai dengan aktivitas jual beli. “Penting bagi kami buat memulihkan ekonomi, sebab itu sumber penghidupan primer,” sebut seorang pedagang setempat.
Keadaan sosial masyarakat juga berangsur pulih dengan adanya gotong royong buat membersihkan sisa-sisa banjir di berbagai sudut desa. Semangat kebersamaan semakin menguat, ditandai dengan antusiasme warga dalam membantu satu sama lain. “Bersama kita kuat, itu yang kami pegang. Meski harus menghadapi banjir berkali-kali, kebersamaan membikin kami bisa bangun,” tutur seorang ibu rumah tangga yang sedang membantu membersihkan fasilitas umum.
Meski begitu, kewaspadaan masih menjadi hal yang krusial karena cuaca yang tidak menentu masih mengancam. Banyak pihak berharap agar solusi jangka panjang dapat diupayakan, termasuk pemugaran infrastruktur dan pengelolaan sungai yang lebih baik agar bencana serupa tak terulang. Kepala Desa Ilman berharap dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, cara langkah pencegahan banjir dapat segera direalisasikan. “Kami berharap tak cuma menunggu situasi membaik secara alami, namun juga adanya bantuan buat memperbaiki kondisi agar lebih siap menghadapi banjir di masa mendatang,” tegas Ilman.
Dengan semangat yang tak kendor, masyarakat Desa Idaman lanjut melangkah maju, berharap agar hari-hari mendatang lebih cerah dan bebas dari ancaman banjir. Harapan mereka adalah pemulihan yang bukan saja datang dari surutnya air, tetapi juga dari meningkatnya ketahanan desa terhadap bencana dan tantangan di masa yang akan datang.




