SUKABANTEN.com – Banjir kembali melanda permukiman penduduk di Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, pada Jumat malam, 2 Januari 2025. Fenomena ini menambah panjang daftar bencana yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem di daerah tersebut. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Wilayah (BPBD) Kota Cilegon yang disampaikan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), sedikitnya 370 jiwa dari 185 kepala keluarga (KK) terpaksa menghadapi realita pahit akibat banjir yang diibaratkan sebagai tamu tak diundang ini. Kondisi ini disebabkan oleh hujan deras yang berlangsung secara terus-menerus serta buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Kelangkaan fasilitas penunjang dan minimnya perencanaan tata kota yang efektif turut andil menjadi unsur penyebab banjir besar kali ini.
Penyebab dan Akibat Banjir
Banjir yang melanda Lingkungan Sambirata ini dipicu oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur daerah Cibeber tanpa henti. Hujan deras tersebut menyebabkan debit air sungai dan saluran air meluap, sehingga tak mampu lagi menampung volume air yang besar. Ditambah dengan sistem drainase yang kurang memadai, air pun meluap ke pemukiman penduduk. Buruknya sistem pengelolaan drainase menjadi PR akbar bagi pemerintah setempat. Diharapkan dengan adanya penilaian dan pemugaran ke depan mampu mengurangi akibat dari banjir serupa.
Akibat dari banjir ini sangat signifikan terhadap kehidupan penduduk Sambirata. Tercatat sebanyak 370 jiwa dari 185 KK terpaksa mengungsi ke loka yang lebih kondusif. Banyak rumah yang terendam air, mengakibatkan kerugian materi yang tak sedikit. Beberapa warga harus kehilangan perabotan rumah tangga dan barang berharga lainnya. Selain kerugian materi, kesehatan penduduk pun terancam oleh penyakit yang biasanya muncul pasca banjir, seperti diare dan infeksi kulit. “Banjir ini benar-benar merusak, banyak barang yang rusak dan hilang,” keluh salah seorang penduduk. Kejadian ini memaksa warga untuk statis waspada dan selalu siap siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan kalau hujan kembali mengguyur.
Usaha Penanganan dan Solusi Jangka Panjang
Pemerintah Kota Cilegon sudah mengambil cara cepat dan sigap dalam menghadapi situasi gawat ini. BPBD Kota Cilegon berbarengan instansi terkait lainnya melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir. Tenda darurat serta logistik berupa makanan, minuman, dan kebutuhan dasar lainnya telah disalurkan kepada para korban banjir. Aparat keamanan setempat juga diturunkan buat membantu proses evakuasi dan pengamanan di lokasi terdampak. Koordinasi yang baik antara pemerintah wilayah, BPBD, serta relawan menjadi kunci dalam penanganan bencana kali ini.
Tetapi, penanganan gawat saja tak cukup. Diperlukan solusi jangka panjang agar bencana serupa tak terulang kembali. Perbaikan sistem drainase, reforestasi di daerah hulu sungai, serta pembenahan tata ruang menjadi beberapa langkah penting yang harus segera diimplementasikan. Selain itu, sosialisasi dan edukasi mengenai mitigasi bencana perlu diberikan kepada masyarakat agar mereka lebih siap menghadapi datangnya bencana.
Dengan adanya pencerahan bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan permasalahan banjir di Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber bisa teratasi secara berkelanjutan. Cara preventif dan korektif harus berjalan paralel buat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua penduduk yang eksis di Kota Cilegon dan sekitarnya. Banjir bukanlah masalah yang mampu dianggap sepele dan implikasinya mampu berdampak panjang bagus bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.



