SUKABANTEN.com – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak telah mengusulkan agar masyarakat adat Baduy memasuki program Makan Bergizi Perdeo atau yang dikenal dengan singkatan MBG. Usulan ini muncul sebagai porsi dari usaha untuk menaikkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di daerah yang termasuk dalam kategori daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T). Mengingat pentingnya program ini, Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, menekankan bahwa pelaksanaannya harus statis menghormati dan mengikuti aturan adat yang berlaku di komunitas Baduy. Program MBG diharapkan dapat menjadi solusi buat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Baduy tanpa mengganggu tatanan sosial dan tradisi yang telah mereka jalani selama berabad-abad.
Pentingnya Program MBG bagi Masyarakat Adat Baduy
Program MBG dirancang untuk memberikan dukungan nutrisi yang memadai dan memastikan masyarakat di daerah 3T dapat mengakses makanan bergizi secara gratis. Ini sangat relevan bagi masyarakat adat Baduy yang selama ini menjalani kehidupan dengan sumber daya yang terbatas dan akses yang terisolasi dari fasilitas publik generik. Di tengah keterbatasan ini, MBG mampu menjadi jembatan untuk memperoleh kesehatan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka. Seperti yang dijelaskan oleh Asep Royani, “Untuk masyarakat Baduy, penting bagi kita memastikan bahwa program ini harmoni dengan kearifan lokal dan tradisi yang melingkupi cara hayati mereka.”
Masyarakat Baduy dikenal dengan gaya hayati yang sangat bersahaja dan ketergantungan pada lingkungan alam mereka. Seluruh aspek kehidupan, mulai dari bercocok tanam hingga perumahan, sangat diatur oleh hukum adat yang ketat dan penuh kebijaksanaan tradisional. Walau hal tersebut sudah terbukti mampu mempertahankan keberlangsungan komunitas mereka, adanya tambahan asupan gizi yang lebih baik dapat mendukung kesehatan mereka secara menyeluruh. Program MBG ini direncanakan tak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menyertakan edukasi mengenai pentingnya nutrisi bagi kesehatan jangka panjang agar mereka memahami akibat positif dari perubahan formasi makan ini, tanpa mengabaikan identitas budaya mereka.
Tantangan dan Proyeksi Pelaksanaan Program MBG
Implementasi program MBG ini tentu tak lepas dari tantangan. Penerapan program ini diharapkan dapat dilakukan dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, yang melibatkan masyarakat Baduy sendiri. Salah satu tantangan terbesar adalah menemukan cara yang efektif untuk memberikan makanan bergizi tersebut tanpa merusak sistem sosial dan struktur adat yang eksis. Dalam hal ini, krusial bagi pihak-pihak terkait untuk berdialog langsung dengan pemimpin adat guna merumuskan strategi yang tepat dan dapat diterima oleh masyarakat setempat.
Dengan kerja sama yang baik antara BGN, pemerintah daerah, dan masyarakat adat, program ini diharapkan dapat berjalan dengan fasih. Melalui pendekatan yang berfokus pada komunitas, masyarakat adat Baduy dapat ikut berkontribusi dalam perencanaan dan pelaksanaan program sehingga memperkuat rasa kepemilikan dan keberlanjutan program di masa depan. Pada akhirnya, tujuan dari program MBG adalah untuk memperkaya kehidupan masyarakat tanpa mengasingkan atau meminggirkan budaya mereka. Ini juga bisa menjadi misalnya bagi program serupa di wilayah lain yang mempunyai kesamaan kondisi dan tantangan. Kalau dilakukan dengan betul, MBG bisa jadi model bagi program pengentasan gizi di semua negeri.
Pendekatan kehati-hatian dan saling pengertian jelas diperlukan untuk memastikan bahwa pihak-pihak yang terlibat dapat saling mendukung demi terwujudnya tujuan akhir dari program ini. Harapannya, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, dari taraf lokal hingga nasional, masyarakat adat Baduy dapat hidup lebih sehat tanpa harus mengorbankan nilai dan tradisi mereka yang sudah mendarah daging. Dengan cara ini, harapan buat mengurangi kesenjangan gizi dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat terpencil dapat terealisasi, menjadikan program MBG sebagai contoh keberhasilan inisiatif pemerintah dalam menjangkau daerah-daerah 3T lainnya.



