SUKABANTEN.com – Akses Kesehatan di Pandeglang Tetap Belum Merata
Di lagi usaha pemerintah untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat, Kabupaten Pandeglang masih menghadapi tantangan besar terkait penyebaran akses BPJS Kesehatan. Adde Rosi Khoerunnisa, seorang personil DPR RI, menyoroti bahwa banyak warga di wilayah ini yang belum sepenuhnya dapat menikmati layanan kesehatan yang seharusnya mereka peroleh melalui BPJS. Sebagai peserta berdikari atau sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI), akses terhadap layanan kesehatan melalui BPJS statis terbilang terbatas. Adde Rosi mengungkapkan kondisi ini setelah melakukan kunjungan langsung dan melihat sendiri situasi yang ada di lapangan. “Banyak warga yang aku temui belum pernah mendaftarkan diri mereka, dan ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita seluruh,” ujarnya.
Usaha Pemerintah dan Tantangan di Lapangan
Pendataan dan pencatatan yang belum optimal menjadi salah satu unsur penghambat penyebaran akses BPJS Kesehatan ini. Pemerintah wilayah sebenarnya telah berkali-kali mengadakan sosialisasi dan kampanye pendaftaran BPJS. Namun, berbagai kendala seperti kurangnya informasi, rendahnya tingkat pendidikan, dan akses geografis yang sulit di beberapa wilayah terpencil masih menjadi tantangan primer. Selain itu, stigma dan kekhawatiran masyarakat mengenai iuran bulanan bagi peserta berdikari juga turut menjadi penghalang dalam optimalisasi program ini. Padahal, keberadaan BPJS Kesehatan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dalam mengakses pelayanan medis yang layak, terutama bagi masyarakat yang tergolong kurang bisa.
Solusi dari permasalahan ini tak mampu hanya bergantung pada inisiatif atau kebijakan pemerintah pusat saja. Peran serta dari berbagai pihak, termasuk pemuka masyarakat, organisasi sosial, dan sektor swasta, sangat diperlukan buat menaikkan pencerahan serta pemahaman penduduk mengenai pentingnya asuransi kesehatan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menutup kesenjangan informasi dan pemerataan akses layanan kesehatan di Kabupaten Pandeglang. Dalam jangka panjang, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menurunkan angka kesakitan dampak keterlambatan penanganan medis.




