SUKABANTEN.com – Pemerintah Provinsi Banten kini tengah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat peningkatan Indeks Desa demi melepaskan 28 desa dari status tertinggal. Sekretaris Wilayah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, menekankan pentingnya langkah strategis ini, dengan harapan 28 desa di Banten bisa segera keluar dari kategori desa tertinggal. Berdasarkan data dari Kementerian Desa, Pembangunan Wilayah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), dari total 1.238 desa di Banten, tetap eksis 28 desa yang dikategorikan sebagai desa tertinggal. Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah wilayah yang berkomitmen membangun Banten lebih baik dan merata.
Pentingnya Peningkatan Infrastruktur Desa
Untuk mempercepat kemajuan desa-desa tersebut, peningkatan infrastruktur menjadi salah satu aspek yang sangat vital. Akses jalan, fasilitas kesehatan, serta pendidikan menjadi prioritas primer yang harus diperhatikan. Contoh, infrastruktur jalan yang baik tentunya akan memudahkan arus barang dan jasa serta memiliki dampak positif pada perekonomian desa. Dalam sebuah pernyataannya, Deden mengungkapkan, “Kami sangat menyadari bahwa pembangunan berkelanjutan dimulai dari desa-desa kita. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas jalan dan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan harus menjadi prioritas kami.”
Selain itu, pengembangan infrastruktur digital juga menjadi tantangan tersendiri, terutama di era yang serba terhubung ini. Konektivitas internet yang bagus di desa-desa dapat membuka kesempatan baru, mulai dari pertanian digital hingga pendidikan jarak jauh, yang tentunya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah juga diharapkan dapat bekerja sama dengan sektor swasta untuk memperluas jaringan internet hingga ke pelosok desa.
Pemberdayaan Ekonomi dan Peningkatan Kualitas SDM Desa
Pemberdayaan ekonomi di desa-desa tertinggal juga harus menjadi konsentrasi utama dalam mengangkat level kehidupan masyarakat. Dengan memberdayakan Usaha Mikro, Mini, dan Menengah (UMKM) di taraf desa, lapangan pekerjaan pun akan lebih terbuka. Pelatihan keterampilan dan manajemen upaya menjadi satu cara krusial yang tak boleh dilupakan. Menyampaikan pentingnya hal ini, Deden juga menuturkan, “Untuk bisa berdikari, masyarakat desa perlu dibekali keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar ketika ini.”
Fana itu, peningkatan kualitas sumber energi orang (SDM) juga menjadi katalis primer dalam mempercepat kemajuan desa. Pendidikan menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda buat menjadi pendorong perubahan. Dukungan terhadap sektor pendidikan, baik dari segi fasilitas maupun kualitas pedagogi, harus ditingkatkan agar lebih banyak anak desa yang mampu mengenyam pendidikan yang layak dan kompetitif.
Dalam menghadapi tantangan ini, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sangat diperlukan. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, bukan hal yang mustahil bagi 28 desa di Banten untuk segera keluar dari kategori desa tertinggal dan dinamis menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan. Harapan akbar tentunya ada di pundak semua pihak yang terlibat buat merealisasikan sasaran ini secepat mungkin. Banten yang lebih adil dan merata dapat tercipta jika semua elemen masyarakat dinamis bersama dalam satu irama pembangunan.



